Berita

Asyraf Imbau Anak Sekolah Peduli Kasus Stunting, Begini Caranya

Merawang - Hingga saat ini kasus stunting masih menjadi perhatian penting Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Strategi penanganannya, melibatkan semua elemen masyarakat tanpa terkecuali siswa sekolah. Sebab siswa bisa melakukan gerakan-gerakan sosial.

Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pemerintah terus berusaha menjangkau semua elemen dalam upaya pembinaan dan promosi kesehatan reproduksi. Terutama dalam persoalan penanganan kasus stunting dan pernikahan usia anak. 

"Informasi yang didapatkan di sini selanjutnya disampaikan kepada teman, orang tua dan tetangga," kata Asyraf saat Kegiatan Pembinaan dan Promosi Kesehatan Reproduksi, di SMA 1 Merawang, Selasa (25/7/2023).

Siswa sekolah bisa ikut berperan dalam mengatasi persoalan stunting. Asyraf mencontohkan, anak-anak bisa menggelar kegiatan sosial berupa memberi sumbangan telur. Gerakan ini dilakukan secara bersama-sama memberikan telur kepada anak penderita stunting.

"Gerakan tersebut bisa dilakukan dengan mengambil momen peringatan 17 Agustus nanti. Masing-masing siswa membawakan satu telur untuk disumbangkan," saran Asyraf.

Lebih jauh Asyraf mengatakan, perempuan merupakan penerus peradaban manusia. Sebab perempuan dominan melahirkan anak berkualitas, anak yang baik lahir dari ibu yang baik. Untuk itu, seorang ibu harus mengetahui mengenai kesehatan reproduksi. 

"Kita harap anak-anak sekolah tidak melakukan perkawinan anak. Jangan sampai masih anak sudah menggendong anak sendiri. Tahun ini kita sudah kedua kalinya menyandang predikat Provila. KLA Kabupaten Bangka naik predikat, semula Madya menjadi Nindya," jelas Asyraf. 

Sementara Sunandar Kepala SMA 1 Merawang menyambut baik pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, ini kesempatan siswa, sebab tidak semua sekolah mendapatkan informasi dari kegiatan ini. Apalagi kelas X di SMA ini lebih banyak perempuan dari laki-laki. 

Sesuai daya tampung sekolah, jelasnya, tercatat ada sebanyak 120 anak perempuan dan sisanya ada 60 anak laki-laki. Jumlah anak perempuan memang lebih banyak dari jumlah anak laki-laki.

"Tolong jangan terpengaruh dengan hal yang tidak baik, karena itu akan berdampak terhadap masa depan. Selain untuk diri sendiri, informasi ini bisa disampaikan kepada teman atau masyarakat lain," pesannya.

Selain Asyraf Suryadin, hadir juga sebagai pemateri Matzan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sumber: 
DP3ACSKB
Penulis: 
Huzari/Pranata Humas
Bidang Informasi: 
DP3ACSKB

Berita

24/10/2016 | -
22,826 kali dilihat
12/11/2016 | -
5,719 kali dilihat
Foto: Ilustrasi
13/02/2024 | DP3ACSKB
5,599 kali dilihat
06/10/2021 | DP3ACSKB
5,402 kali dilihat
12/12/2016 | -
4,909 kali dilihat
29/11/2016 | -
2,993 kali dilihat
20/07/2016 | KP3A
2,680 kali dilihat
28/07/2016 | -
2,064 kali dilihat
08/06/2017 | Bid. KB DP3ACSKB
1,739 kali dilihat

Berita Berdasarkan Kategori